Monday, January 23, 2012

Inilah alasan kenapa SOPA-PIPA Tidak Akan Efektif Mengatasi Pembajakan


Peter Pachal, penulis dan jurnalis teknologi, menjelaskan mengenai impilkasi Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA). Ia menganggap SOPA-PIPA belum bisa mencegah pembajakan.

Pembajakan menjadi permasalahan yang sangat nyata. Akan tetapi, implikasi undang-undang dapat melukai industri itu sendiri dengan tingginya tagihan yang dikenakan pada penyedia konten apabila terjadi pembajakan.



Seniman dan pencipta karya yang menghasilkan konten tentu terganggu dengan peredaran bebas karya mereka dan juga adanya pembajakan. "Teman-teman musisi saya sangat khawatir ketika membuat album. Seringkali album belum dirilis, namun lagu mereka sudah muncul di Internet," kata Pachal.

Bahkan, para pembuat film sangat tertekan ketika karya mereka dapat dengan mudah ditemukan di situs-situs file-sharing. Sangat wajar, para seniman menginginkan itu pencegahan terhadap pembajakan.

Pendukung SOPA dan PIPA, seperti halnya Undang-Undang Motion Picture Association of America (MPAA), mengemukakan alasan dibuatnya peraturan tersebut. Undang-undang dibuat karena pembajakan menimbulkan risiko kerja di industri online.

Namun, apabila SOPA-PIPA berlaku, maka akan memaksa situs untuk bertanggung jawab akan adanya pelanggaran. "Ini sangat menyesatkan," kata Pachal.

Tentu haruslah diperjelas dahulu mengenai pembajakan. Ada bisnis bawah tanah yang diuntungkan dari pembajakan dan pelanggaran hak cipta di dunia maya. Namun demikian, bisnis tersebut sebagian tidak berjalan secara online.

Di Hong Kong, Taiwan, dan Cina terdapat peredaran karya musik, film, dan televisi yang dijual seolah-olah seperti produk asli. Di Cina, pemutaran film dilakukan secara bebas sebelum film seharusnya diputar di bioskop. Ini adalah fenomena yang telah berjalan selama 10 tahun.

Industri seperti yang terjadi di Cina tidak akan hilang karena adanya aturan SOPA-PIPA. Distributor ini terorganisir secara rapi dan cukup cerdas secara teknis. Menembus web host dari berbagai negara untuk mendapatkan konten adalah hal sepele bagi mereka.

Bagi sebagian negara yang mendapatkan keuntungan dari pembajakan, aturan penegakan hukum sangatlah lemah. Pembajakan harus diperangi, namun undang-undang tidak perlu dibuat.

Kebanyakan orang membajak atau mengunduh disebabkan sulitnya akses dan aturan hukum pada situs-situs yang legal. "Saya akui, saya membeli lagu-lagu dari iTunes, namun kemudian saya mengunduh dengan kualitas yang lebih bagus di BitTorrent."

Situs layanan iTunes sangat laris karena mudahnya akses mereka dalam menyediakan konten. Daripada memfokuskan pada pembentukan undang-undang, harusnya ada cara lain yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan konten. "Sebaiknya ada inisiatif untuk modernisasi cara distribusi konten," kata Pachal.

SOPA-PIPA tidak dapat bertahan karena tidak semua kasus pembajakan dan pelanggaran dapat tersentuh oleh aturan Amerika Serikat. Bagaimanapun juga, industri dan kebebasan di dunia online memiliki berbagai risiko.

Peraturan Penghentian Pembajakan Online pertama kali diajukan oleh Kongres ke Gedung Parlemen pada 26 Oktober 2011. Aturan dibuat untuk memperluas kemampuan penegak hukum di AS dan pemegang hak cipta dalam melawan perdagangan hak cipta serta kekayaan intelektual melalui media online.

Kontroversi undang-undang terus berlanjut. Sebagai bentuk protes, Wikipedia menutup situs versi Bahasa Inggrisnya pada Rabu, 18 Januari 2012. Gerakan blackout juga diikuti oleh search engine terkemuka, Google yang mem-blackout situsnya selama 24 jam pada hari yang sama.

Sejak awal Google sangat vokal menentang SOPA-PIPA. Perusahaan ini menganggap aturan dapat merusak suasana kondusif di industri online.

This article was originally published in forum thread: Inilah alasan kenapa SOPA-PIPA Tidak Akan Efektif Mengatasi Pembajakan started by Basofi View original post


Read more: http://www.thehack3r.com/content.php/238-Inilah-alasan-kenapa-SOPA-PIPA-Tidak-Akan-Efektif-Mengatasi-Pembajakan#ixzz1kHqbD7zW

0 comments: