Responsive Ad

Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 ASEAN di Jakarta Cnvention Center (JCC)

Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 ASEAN di Jakarta Cnvention Center (JCC), 4-8 Mei. Di tengah kemelut dunia mengenai perang, intoleransi antar umat beragama, dan juga kematian Osama yang begitu mengundang perhatian, KTT Asean ini tentunya diharapkan berlangsung dengan aman terkendali.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 4.385 personel polisi akan mengamankan jalannya acara KTT Asean ini. “Pengamanan dimulai tanggal 3 karena akan ada pertemuan antar menteri sampai tanggal 6,” ujar Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Sujarno saat dihubungi.Selain itu Tentara Nasional Indonesia mengerahkan satu "flight" F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3 Pangkalan Udara Iswahjudi untuk mendukung pengamanan



Pengamanan KTT ASEAN 2011 oleh satu "flight" F-16 Fighting Falcon itu dipimpin langsung Komandan Skuadron 3 Pangkalan Udara Iswahjudi Letkol Pnb Ian Fuady.

Satu flight F-16 Fighting Falcon setiap hari secara bergantian melakukan patroli udara untuk mengamankan wilayah udara Jakarta dan sekitarnya, menjelang, saat, maupun beberapa hari sesudah pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN.

Kehadiran satu flight pesawat tempur F-16 itu merupakan bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Udara (Satgaspamwilud) dengan Panglima Kohanudnas sebagai Komandan Satgaspamwilud.

Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Suryo Prabowo selaku Ketua Koordinator Bidang Pengamanan/ Komandan Komando mengatakan, "Satgaspamwilud akan menyiagakan pesawat tempur sergap dan helikopter serta satuan radar untuk mendeteksi seawal mungkin kemungkinan ancaman dan gangguan di wilayah udara nasional selama pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN,".

Selain pesawat tempur, helikopter dan satuan radar, pengamanan udara selama KTT ke-18 ASEAN juga didukung

peralatan CMOV (Communication and Monitoring Observation Vehicle) and COMOB (Communication Mobile) dan Jammer Mobile yang dimiliki Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI.

Alat itu berfungsi sebagai komando pengendali utama Pangkohanudnas dalam setiap operasi dan latihan yang dilaksanakan Kohanudnas.

Dalam operasionalnya peralatan tersebut berfungsi sebagai alat memonitor data radar dan komunikasi dengan pesawat dalam latihan, selain itu peralatan ini juga dilengkapi dengan sarana "interconnect" yang dapat digunakan untuk berkomunikasi antara Kohanudnas dengan satuan jajaran.

Post a Comment

0 Comments